Mengenai Saya

Foto saya
Psikologi merupakan dunia yang menarik bagi saya, yang membuat saya belajar tentang diri saya secara pribadi, mengenal orang lain dan yang lebih penting adalah belajar psikologi merupakan suatu anugerah yang luar biasa dan terindah karena bisa mengerti dan memahami orang lain. Selain itu dengan psikologi saya bisa berbagi dengan sesama

Sabtu, 06 November 2010

Stop Dreaming Start Action

Einstein mengatakan bahwa: “Ada dua cara menjalani hidup, yaitu menjalaninya dengan keajaiban-keajaiban atau menjalaninya dengan biasa-biasa saja“.

Sekarang ini banyak selogan yang dikeluarkan oleh banyak orang yang topiknya seolah membius kita: “Stop Dreaming Start Action“. Saya mengatakan bahwa slogan itu sepenuhnya tidak benar.

Mengapa? Coba kita bayangkan, segala sesuatu yang Anda jalani saat ini adalah tidak lepas dari ‘dream’ atau mimpi Anda entah beberapa tahun yang lalu kan?

Sejarah pesawat terbang yang menjadi angkutan favorit saat ini berawal dari sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Thomas Alfa Edison juga menemukan bolam lampu dari mimpi besar dia untuk menerangi dunia.

Jadi totally kita semua harus tetap memupuk mimpi-mimpi besar kita untuk membuat perubahan yang membantu terwujudnya dunia yang lebih maju dan bermanfaat bagi orang banyak.

Jadi dua cara untuk untuk menjalani kehidupan ini dan keduanya benar.

1. Dengan penuh keajaiban karena kita menyerahkan totally kepada Kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa, dan

2. Dengan biasa-biasa saja, karena yaaa… memang beginilah kehidupan ini.

Dan semua orang jika ditanya, mereka justru akan memilih nomor 1, karena secara fitrah (suci) kita semua adalah ciptaan-ciptaan Tuhan Yang Maha Esa untuk selalu dekat denngan-Nya.

Jadi, mari kita jalani kehidupan ini dengan penuh ajaib, dengan selalu bersyukur setiap apa yang kita dapatkan

Senin, 19 Juli 2010

Tips Cerdas Meredam Konflik Antara Ibu dan Anak

1. Saling menulis surat. Mintalah anak menulis surat untuk ibu, dan ibu menulis surat untuk anak, tentang apa yang diharapkan dari masing-masing pihak. Ini akan membukakedua pihak tentang perasaan masing-masing.

2. Cari Kegiatan Disukai Berdua. Sediakan waktu untuk mengedakan kegiatan ‘Have fun with Mom’. Pergi ke salon/Spa, window shopping, nonton bioskop, berenang, membaca buku yang sama untuk kemudian didiskusikan bersama. Bisa juga dengan membuka album foto keluarga dan mengingat kembali masa-masa penuh tawa dalam foto itu. Atau mengerjakan bersama aktivitas apapun, yang penting digemari oleh ibu dan anak, seru dan tentunya menyenangkan.

3. Ibu Harus Berupaya Merayakan Keberhasilan Anak. Dalam suasana konflik, ibu yang pasti sedang jengkel dituntut untuk lebih jeli menemukan sisi positif anak. Kemudian dengan tulus menunjukkan rasa bangga terhadapnya.

4. Menjaga Kehormatan. Sepanas apapun konflik antara ibu dan anaknya, ibu tetaplah orang tua yang harus diperlakukan anak dengan hormat. Jangan biarkan anak mengendalikan ibu atau membiarkan anak sampai lepas kendali sehingga bertindak atau berkata kasar pada ibu. Sebaliknya, anak tetaplah anak ibu yang harus diperlakukan dengan pantas pula. Jangan sampai ibu bersikap semena-mena sebagai orang tua yang merasa memiliki kuasa atas anak dan boleh memperlakukan sesuak hati.

5. Terus Memberikan Sentuhan dan Belaian yang diterjemahkan dalam bentuk kedekatan fisik, kontak mata (kontak mata dapat menciptakan ikatan hubungan baik yang dalam, antara ibu dan anak), belaian, dan komunikasi lisan. Semua hal ini harus terus menerus dilakukan dalam pengasuhan ibu-anak. Agar anak dapat merasakan kasih sayang ibunya, juga agar anak tahu bahwa ibunya akan selalu mencintainya.

6. Sesuatu yang alami, seperti hubungan ibu dan anak tetap memerlukan perawatan dan pemeliharaan agar bisa berkembang dan lestari. Semua itu memerlukan waktu dan energi yang besar dari orang tua. Kuncinya adalah kesabaran dan kemauan untuk terus belajar dan berusaha menjadi orang tua yang lebih baik lagi.

Jangan Memusingkan Hal-hal Kecil

Seringkali kita merisaukan hal-hal yang setelah kita amati lebih jauh, ternyata bukanlah masalah besar. Kita terpaku pada masalah-masalah kecil dan terlalu membesar-besarkannya. Contohnya bila ada orang yang menyalip kendaraan kita bukannya membiarkannya dan melanjutkan urusan kita, kita menyakinkan diri sendiri bahwa kita berhak untuk marah. Kita menayangkan pertengkaran imajiner di kepala kita. Banyak malahan kemudian menceriakan kejadian ini kepada orang lain., bukan melupakannya begitu saja.
Mengapa tidak kita biarkan saja orang itu yang nantinya bisa saja justru mendapatkan kecelakaan di tempat lain? Cobalah bersimpati pada orang itu dan bayangkanlah betapa menegangkannya berada dalam keadaan tergesa-gesa. Dengan cara ini, perasaan sejahtera kita tak akan terganggu dan kita terhindar dari terkena dampak masalah pribadi orang lain.
Banyak hal-hal kecil serupa yang terjadi setiap hari dalam hidup kita. Harus menunggu giliran, mendengarkan kritik yang tidak fair, atau mendapatkan bagian pekerjaan yang paling banyak, semuanya akan sangat membebani bila kita tidak belajar untuk tidak memusingkan hal-hal kecil. Begitu banyak orang yang menghabiskan energinya untuk memusingkan hal-hal kecil sehingga mereka sama sekali kehilangan sentuhan dengan keajaiban dan keindahan hidup ini. Bila anda berniat untuk berusaha mencapai tujuan ini, Anda akan menemukan bahwa Anda memiliki jauh lebih banyak energi untuk menjadi lebih baik hati dan lebih lemah lembut.

(Don’t Sweat the small stuff - Richard Carlson, Ph.D)

Jumat, 26 Februari 2010

ARTI BERHARAP

Saya kira setiap orang pasti memiliki harapan-harapan. Orangtua berharap anak-anaknya kelak akan memiliki masa depan yang cerah. Para pengusaha berharap usahanya akan berkembang. Para petani berharap akan menuai hasil yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, dll. Intinya, setiap orang pasti pasti memiliki harapan-harapan yang baik. Mengapa kita berharap kepada Firman Tuhan? Itu karena kita percaya bahwa janji-janji FirmanNya pasti menjadi nyata dalam hidup kita. Apakah kita masih berharap kepada FirmanNya hari ini sekalipun tidak ada harapan untuk percaya?
Untuk terus berharap kita memang membutuhkan rasa percaya yang besar, karena dasar kita berharap adalah percaya! Yang kedua, kita membutuhkan perjuangan untuk tetap berharap ditengah kondisi sulit. Berjuang untuk mengalahkan kekecewaan-kekecewaan, kegagalan-kegagalan, dan bahkan suatu keadaan yang diluar harapan kita. Kita berjuang untuk tetap percaya bahwa harapan itu tidak akan hilang! ketiga, kita perlu bersabar untuk menantikan buah dari pengharapan kita. Percaya bahwa Tuhan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya.
Lihatlah pengharapan seorang petani jagung. Mulanya ia akan mempersiapkan ladangnya untuk menabur benih. Saat ia menabur benih, ia sedang menabur sebuah pengharapan. Ia percaya bahwa benih itu akan tumbuh dan menghasilkan buah jagung yang sehat. Ini sebuah dasar dari pengharapan, ia percaya. Ia dengan tekun berjuang merawat, memberi pupuk supaya benih itu terjaga dengan baik dan bertumbuh. Terkadang ia kecewa karena harapannya gagal karena serangan penyakit atau hama, tetapi ia mampu mengalahkan keadaan itu, ia tidak putus asa, ia mulai menanam benih yang baru, ia bisa karena percaya bahwa harapannya itu akan menjadi kenyataan. Untuk panen tidak membutuhkan waktu yang instan. Umur tiga bulan adalah waktu yang tepat dan ia menuai dari apa yang diharapkannya dari tiap butir benih yang ia tanam. Demikianlah kita berharap bahwa Firman Tuhan pasti digenapi dan kita pasti menikmati janji itu tepat pada waktunya. Percayalah bahwa selalu ada harapan didalam Tuhan.