Saya kira setiap orang pasti memiliki harapan-harapan. Orangtua berharap anak-anaknya kelak akan memiliki masa depan yang cerah. Para pengusaha berharap usahanya akan berkembang. Para petani berharap akan menuai hasil yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, dll. Intinya, setiap orang pasti pasti memiliki harapan-harapan yang baik. Mengapa kita berharap kepada Firman Tuhan? Itu karena kita percaya bahwa janji-janji FirmanNya pasti menjadi nyata dalam hidup kita. Apakah kita masih berharap kepada FirmanNya hari ini sekalipun tidak ada harapan untuk percaya?
Untuk terus berharap kita memang membutuhkan rasa percaya yang besar, karena dasar kita berharap adalah percaya! Yang kedua, kita membutuhkan perjuangan untuk tetap berharap ditengah kondisi sulit. Berjuang untuk mengalahkan kekecewaan-kekecewaan, kegagalan-kegagalan, dan bahkan suatu keadaan yang diluar harapan kita. Kita berjuang untuk tetap percaya bahwa harapan itu tidak akan hilang! ketiga, kita perlu bersabar untuk menantikan buah dari pengharapan kita. Percaya bahwa Tuhan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya.
Lihatlah pengharapan seorang petani jagung. Mulanya ia akan mempersiapkan ladangnya untuk menabur benih. Saat ia menabur benih, ia sedang menabur sebuah pengharapan. Ia percaya bahwa benih itu akan tumbuh dan menghasilkan buah jagung yang sehat. Ini sebuah dasar dari pengharapan, ia percaya. Ia dengan tekun berjuang merawat, memberi pupuk supaya benih itu terjaga dengan baik dan bertumbuh. Terkadang ia kecewa karena harapannya gagal karena serangan penyakit atau hama, tetapi ia mampu mengalahkan keadaan itu, ia tidak putus asa, ia mulai menanam benih yang baru, ia bisa karena percaya bahwa harapannya itu akan menjadi kenyataan. Untuk panen tidak membutuhkan waktu yang instan. Umur tiga bulan adalah waktu yang tepat dan ia menuai dari apa yang diharapkannya dari tiap butir benih yang ia tanam. Demikianlah kita berharap bahwa Firman Tuhan pasti digenapi dan kita pasti menikmati janji itu tepat pada waktunya. Percayalah bahwa selalu ada harapan didalam Tuhan.
Lihatlah pengharapan seorang petani jagung. Mulanya ia akan mempersiapkan ladangnya untuk menabur benih. Saat ia menabur benih, ia sedang menabur sebuah pengharapan. Ia percaya bahwa benih itu akan tumbuh dan menghasilkan buah jagung yang sehat. Ini sebuah dasar dari pengharapan, ia percaya. Ia dengan tekun berjuang merawat, memberi pupuk supaya benih itu terjaga dengan baik dan bertumbuh. Terkadang ia kecewa karena harapannya gagal karena serangan penyakit atau hama, tetapi ia mampu mengalahkan keadaan itu, ia tidak putus asa, ia mulai menanam benih yang baru, ia bisa karena percaya bahwa harapannya itu akan menjadi kenyataan. Untuk panen tidak membutuhkan waktu yang instan. Umur tiga bulan adalah waktu yang tepat dan ia menuai dari apa yang diharapkannya dari tiap butir benih yang ia tanam. Demikianlah kita berharap bahwa Firman Tuhan pasti digenapi dan kita pasti menikmati janji itu tepat pada waktunya. Percayalah bahwa selalu ada harapan didalam Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar