klik disini
Mengenai Saya
- Agoenk Santoso Pribadi, S.Psi., M.Psi., Psikolog
- Psikologi merupakan dunia yang menarik bagi saya, yang membuat saya belajar tentang diri saya secara pribadi, mengenal orang lain dan yang lebih penting adalah belajar psikologi merupakan suatu anugerah yang luar biasa dan terindah karena bisa mengerti dan memahami orang lain. Selain itu dengan psikologi saya bisa berbagi dengan sesama
Selasa, 20 Juli 2010
Senin, 19 Juli 2010
Tips Cerdas Meredam Konflik Antara Ibu dan Anak
1. Saling menulis surat. Mintalah anak menulis surat untuk ibu, dan ibu menulis surat untuk anak, tentang apa yang diharapkan dari masing-masing pihak. Ini akan membukakedua pihak tentang perasaan masing-masing.
2. Cari Kegiatan Disukai Berdua. Sediakan waktu untuk mengedakan kegiatan ‘Have fun with Mom’. Pergi ke salon/Spa, window shopping, nonton bioskop, berenang, membaca buku yang sama untuk kemudian didiskusikan bersama. Bisa juga dengan membuka album foto keluarga dan mengingat kembali masa-masa penuh tawa dalam foto itu. Atau mengerjakan bersama aktivitas apapun, yang penting digemari oleh ibu dan anak, seru dan tentunya menyenangkan.
3. Ibu Harus Berupaya Merayakan Keberhasilan Anak. Dalam suasana konflik, ibu yang pasti sedang jengkel dituntut untuk lebih jeli menemukan sisi positif anak. Kemudian dengan tulus menunjukkan rasa bangga terhadapnya.
4. Menjaga Kehormatan. Sepanas apapun konflik antara ibu dan anaknya, ibu tetaplah orang tua yang harus diperlakukan anak dengan hormat. Jangan biarkan anak mengendalikan ibu atau membiarkan anak sampai lepas kendali sehingga bertindak atau berkata kasar pada ibu. Sebaliknya, anak tetaplah anak ibu yang harus diperlakukan dengan pantas pula. Jangan sampai ibu bersikap semena-mena sebagai orang tua yang merasa memiliki kuasa atas anak dan boleh memperlakukan sesuak hati.
5. Terus Memberikan Sentuhan dan Belaian yang diterjemahkan dalam bentuk kedekatan fisik, kontak mata (kontak mata dapat menciptakan ikatan hubungan baik yang dalam, antara ibu dan anak), belaian, dan komunikasi lisan. Semua hal ini harus terus menerus dilakukan dalam pengasuhan ibu-anak. Agar anak dapat merasakan kasih sayang ibunya, juga agar anak tahu bahwa ibunya akan selalu mencintainya.
6. Sesuatu yang alami, seperti hubungan ibu dan anak tetap memerlukan perawatan dan pemeliharaan agar bisa berkembang dan lestari. Semua itu memerlukan waktu dan energi yang besar dari orang tua. Kuncinya adalah kesabaran dan kemauan untuk terus belajar dan berusaha menjadi orang tua yang lebih baik lagi.
2. Cari Kegiatan Disukai Berdua. Sediakan waktu untuk mengedakan kegiatan ‘Have fun with Mom’. Pergi ke salon/Spa, window shopping, nonton bioskop, berenang, membaca buku yang sama untuk kemudian didiskusikan bersama. Bisa juga dengan membuka album foto keluarga dan mengingat kembali masa-masa penuh tawa dalam foto itu. Atau mengerjakan bersama aktivitas apapun, yang penting digemari oleh ibu dan anak, seru dan tentunya menyenangkan.
3. Ibu Harus Berupaya Merayakan Keberhasilan Anak. Dalam suasana konflik, ibu yang pasti sedang jengkel dituntut untuk lebih jeli menemukan sisi positif anak. Kemudian dengan tulus menunjukkan rasa bangga terhadapnya.
4. Menjaga Kehormatan. Sepanas apapun konflik antara ibu dan anaknya, ibu tetaplah orang tua yang harus diperlakukan anak dengan hormat. Jangan biarkan anak mengendalikan ibu atau membiarkan anak sampai lepas kendali sehingga bertindak atau berkata kasar pada ibu. Sebaliknya, anak tetaplah anak ibu yang harus diperlakukan dengan pantas pula. Jangan sampai ibu bersikap semena-mena sebagai orang tua yang merasa memiliki kuasa atas anak dan boleh memperlakukan sesuak hati.
5. Terus Memberikan Sentuhan dan Belaian yang diterjemahkan dalam bentuk kedekatan fisik, kontak mata (kontak mata dapat menciptakan ikatan hubungan baik yang dalam, antara ibu dan anak), belaian, dan komunikasi lisan. Semua hal ini harus terus menerus dilakukan dalam pengasuhan ibu-anak. Agar anak dapat merasakan kasih sayang ibunya, juga agar anak tahu bahwa ibunya akan selalu mencintainya.
6. Sesuatu yang alami, seperti hubungan ibu dan anak tetap memerlukan perawatan dan pemeliharaan agar bisa berkembang dan lestari. Semua itu memerlukan waktu dan energi yang besar dari orang tua. Kuncinya adalah kesabaran dan kemauan untuk terus belajar dan berusaha menjadi orang tua yang lebih baik lagi.
Jangan Memusingkan Hal-hal Kecil
Seringkali kita merisaukan hal-hal yang setelah kita amati lebih jauh, ternyata bukanlah masalah besar. Kita terpaku pada masalah-masalah kecil dan terlalu membesar-besarkannya. Contohnya bila ada orang yang menyalip kendaraan kita bukannya membiarkannya dan melanjutkan urusan kita, kita menyakinkan diri sendiri bahwa kita berhak untuk marah. Kita menayangkan pertengkaran imajiner di kepala kita. Banyak malahan kemudian menceriakan kejadian ini kepada orang lain., bukan melupakannya begitu saja.
Mengapa tidak kita biarkan saja orang itu yang nantinya bisa saja justru mendapatkan kecelakaan di tempat lain? Cobalah bersimpati pada orang itu dan bayangkanlah betapa menegangkannya berada dalam keadaan tergesa-gesa. Dengan cara ini, perasaan sejahtera kita tak akan terganggu dan kita terhindar dari terkena dampak masalah pribadi orang lain.
Banyak hal-hal kecil serupa yang terjadi setiap hari dalam hidup kita. Harus menunggu giliran, mendengarkan kritik yang tidak fair, atau mendapatkan bagian pekerjaan yang paling banyak, semuanya akan sangat membebani bila kita tidak belajar untuk tidak memusingkan hal-hal kecil. Begitu banyak orang yang menghabiskan energinya untuk memusingkan hal-hal kecil sehingga mereka sama sekali kehilangan sentuhan dengan keajaiban dan keindahan hidup ini. Bila anda berniat untuk berusaha mencapai tujuan ini, Anda akan menemukan bahwa Anda memiliki jauh lebih banyak energi untuk menjadi lebih baik hati dan lebih lemah lembut.
(Don’t Sweat the small stuff - Richard Carlson, Ph.D)
Mengapa tidak kita biarkan saja orang itu yang nantinya bisa saja justru mendapatkan kecelakaan di tempat lain? Cobalah bersimpati pada orang itu dan bayangkanlah betapa menegangkannya berada dalam keadaan tergesa-gesa. Dengan cara ini, perasaan sejahtera kita tak akan terganggu dan kita terhindar dari terkena dampak masalah pribadi orang lain.
Banyak hal-hal kecil serupa yang terjadi setiap hari dalam hidup kita. Harus menunggu giliran, mendengarkan kritik yang tidak fair, atau mendapatkan bagian pekerjaan yang paling banyak, semuanya akan sangat membebani bila kita tidak belajar untuk tidak memusingkan hal-hal kecil. Begitu banyak orang yang menghabiskan energinya untuk memusingkan hal-hal kecil sehingga mereka sama sekali kehilangan sentuhan dengan keajaiban dan keindahan hidup ini. Bila anda berniat untuk berusaha mencapai tujuan ini, Anda akan menemukan bahwa Anda memiliki jauh lebih banyak energi untuk menjadi lebih baik hati dan lebih lemah lembut.
(Don’t Sweat the small stuff - Richard Carlson, Ph.D)
Langganan:
Postingan (Atom)